Kenali penyebab perut kembung pada bayi

Tidak hanya orang dewasa, bayi juga bisa mengalami perut kembung. Perut kembung pada bayi membuat bayi merasa tidak nyaman, sehingga bisa menjadi penyebab bayi sering gelisah dan menangis tanpa sebab. Sebenarnya, perut kembung pada bayi hingga usia 3 bulan adalah wajar, karena saluran pencernaan tidak berfungsi dengan baik. Seiring bertambahnya usia, bayi juga mungkin mengalami kembung karena mereka mulai mencoba makanan yang berbeda untuk pertama kalinya. Karena itu, Anda harus mengenali tanda-tandanya dan tahu cara menangani perut kembung pada bayi.

Di saluran pencernaan, sebenarnya, ada gas atau udara. Tapi itu menjadi masalah jika gas yang dikandungnya berlebihan. Pada anak-anak yang lebih tua atau orang dewasa, gas dapat dengan mudah dilepaskan. Namun cara mengatasi perut kembung pada bayi berbeda. Alasannya adalah bahwa beberapa bayi tidak dapat dengan mudah melepaskan gas dari perut mereka dan membutuhkan bantuan orang dewasa untuk menghilangkannya.

Sebelum tahu bagaimana menangani perut kembung pada bayi, Anda harus mengenali tanda-tanda perut kembung pada bayi. Nah, berikut ini Liputan6.com dirangkum dari beberapa sumber, bagaimana mengenali perut kembung pada bayi, penyebabnya dan bagaimana cara mengatasi perut kembung pada bayi. https://www.bukumedis.com/

Penyebab perut bayi kembung.

Perut kembung biasanya disebabkan oleh konsumsi udara atau kerusakan makanan melalui pencernaan. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan perut kembung pada bayi, yang meliputi:

– Makanan yang dikonsumsi oleh ibu.

Bayi yang masih minum susu dapat menghasilkan gas yang berlebihan ketika ibu bayi makan sayuran yang membentuk gas, seperti kembang kol, brokoli, kol, bawang atau kacang-kacangan.

– Posisi yang salah saat menyusui.

Ini juga bisa menjadi penyebab bayi mengalami pembengkakan. Jika posisi botol atau ASI yang salah dapat menyebabkan bayi menelan terlalu banyak udara.

– Kelebihan laktosa.

Ini biasanya terjadi ketika bayi minum terlalu banyak ASI (menyusui dini setiap kali bayi Anda mulai menyusui), yang kaya akan laktosa tetapi rendah lemak. Maka tidak semua laktosa dicerna karena tidak ada cukup lemak untuk menunda proses ini. Akibatnya, terjadi akumulasi gas berlebih di perut bayi.

– Sistem pencernaan yang belum matang.

Bayi belum belajar mengolah makanan, gas, dan feses dengan sempurna. Usus juga tidak menghasilkan mikroflora normal (keseimbangan bakteri baik). Padahal, semua hal ini diperlukan untuk kerja sistem pencernaan dan sistem kekebalan tubuh.

Makanan yang dikonsumsi bayi: Jika bayi sudah mulai makan, Anda harus memperhatikan makanannya. Kurangi porsi sayuran yang mengandung gas berlebihan.

Tips mencegah perut kembung pada bayi

Sebelum mengetahui cara mengatasi perut kembung pada bayi, penting juga untuk mengetahui kiat mencegah kembung pada bayi.

– Batasi asupan asam selama menyusui.

Batasi konsumsi kacang-kacangan, seperti kacang-kacangan, kacang tanah, kacang mede, hazelnut dan kedelai, dan produk olahannya. Batasi konsumsi susu olahan dan produk olahan seperti es krim, keju, yogurt dan mentega. Ini karena zat laktosa dalam susu jika terurai akan menghasilkan gas.

– Hindari pemberian botol dot

Menghindari dot dapat meminimalkan kemungkinan kelebihan gas atau udara di perut bayi. Ketika bayi merasa lapar, dia akan menangis. Sekarang, ketika menangis, bayi akan cenderung menelan lebih banyak udara. Usahakan menyusui bayi langsung dari payudara ketika bayi menunjukkan gejala perut kembung, bayi yang minum susu dari botol menelan udara lebih mudah. https://www.faunadanflora.com/

Tags:
About Author: Theaust